Judul : Transformasi Paham Keagamaan di Susoh; Kajian Etnografi dan Arkeologi
Cover : Soft Cover
Ukuran Buku : 14 x 21 cm
ISBN : Masih Dalam Proses
Harga : Rp.100.000,-
Sinopsis
Buku Transformasi Paham Keagamaan di Susoh: Kajian Etnografi dan Arkeologi membahas dinamika perkembangan pemikiran dan praktik keagamaan masyarakat Susoh, Aceh Barat Daya, dalam konteks sejarah perdagangan, mobilitas ulama, pendidikan Islam, dan perubahan sosial-politik. Susoh dipahami bukan hanya sebagai wilayah pesisir yang menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok etnis dan jaringan perdagangan, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam dan kebudayaan di Pantai Barat Selatan Aceh. Proses Islamisasi di wilayah ini berlangsung melalui hubungan perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, dakwah, serta interaksi antara ulama dan masyarakat. Jejak perkembangan tersebut dapat ditelusuri melalui tradisi lisan, manuskrip keagamaan, makam ulama, bangunan bersejarah, peninggalan arkeologis, serta catatan kolonial dan sumber historiografi modern.
Penelitian dalam buku ini menggunakan pendekatan interdisipliner yang memadukan kajian sejarah, etnografi, arkeologi, filologi, dan studi keagamaan. Berbagai sumber dianalisis untuk memahami kesinambungan dan perubahan paham keagamaan di Susoh, termasuk perkembangan tradisi tasawuf dan Ileumèë Salek, jaringan pendidikan dayah, persebaran manuskrip, serta kemunculan gagasan pembaruan Islam yang berkaitan dengan kelompok Kaum Muda dan Kaum Tua. Penelusuran terhadap kitab-kitab yang digunakan oleh para ulama dan tokoh keagamaan di Susoh, termasuk literatur yang diterbitkan oleh pusat pendidikan Islam modern seperti Thawalib Padang Panjang, memperlihatkan adanya sirkulasi pengetahuan keislaman melalui hubungan guru dan murid, hibah kitab, jaringan perdagangan, serta mobilitas ulama dari Sumatera Barat dan wilayah Aceh lainnya. Di sisi lain, perdebatan mengenai praktik keagamaan, seperti kenduri kematian, talqin, dan tahlil, menunjukkan adanya dinamika penafsiran terhadap sumber-sumber Islam serta upaya mencari titik temu di tengah perbedaan pandangan keagamaan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi paham keagamaan di Susoh tidak berlangsung secara tiba-tiba ataupun melalui penggantian total antara satu tradisi dengan tradisi lainnya. Perubahan tersebut merupakan proses yang kompleks, melibatkan kesinambungan tradisi keilmuan, adaptasi terhadap perkembangan pendidikan, pengaruh jaringan ulama, serta respons masyarakat terhadap kolonialisme dan perubahan sosial. Tradisi tasawuf, pendidikan dayah, manuskrip, dan praktik keagamaan lokal tetap menjadi bagian penting dari sejarah intelektual masyarakat, sementara gagasan pembaruan menghadirkan bentuk baru dalam pembelajaran, organisasi pendidikan, dan pemahaman terhadap ajaran Islam. Dengan demikian, Susoh dapat dipahami sebagai ruang sejarah dan kebudayaan yang memperlihatkan pertemuan antara tradisi dan pembaruan, antara pengetahuan lokal dan jaringan intelektual yang lebih luas. Buku ini diharapkan dapat memperkaya kajian sejarah Islam di Pantai Barat Selatan Aceh sekaligus mendorong pelestarian manuskrip, situs sejarah, tradisi lisan, dan warisan budaya sebagai sumber penting untuk memahami perjalanan keagamaan dan identitas masyarakat Susoh.

0 Komentar