Judul : Peran Generasi Muda Dalam Pemekaran Aceh Barat Daya
Cover : Soft Cover
Ukuran Buku : 14 x 21 cm
ISBN : Masih Dalam Proses
Harga : Rp.150.000,-
Sinopsis
Buku ini merekam catatan penting dalam sejarah Pemekaran Aceh Barat Daya, ketika pemuda tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi tampil sebagai penggerak utama arah sejarah. Di tengah keterbatasan struktural, jarak birokrasi, dan dinamika politik pascareformasi, lahirlah sebuah gerakan kolektif bernama Generasi Muda Aceh Barat Daya (Gemabdya) sebuah simpul energi pemuda lintas kecamatan, lintas organisasi, dan lintas latar sosial yang menyatukan cita-cita besar terwujudnya Aceh Barat Daya sebagai daerah otonom.
Gemabdya hadir bukan sebagai organisasi formal dengan struktur kaku, melainkan sebagai forum perjuangan intelektual dan sosial yang inklusif, partisipatif, dan adaptif. Dari ruang-ruang diskusi sederhana hingga pertemuan strategis yang intensif, para pemuda Gemabdya merumuskan gagasan, membagi peran, dan menyepakati arah gerakan secara kolektif. Mereka menjadikan lokakarya pembangunan sebagai instrumen ilmiah perjuangan menghimpun data, memetakan potensi wilayah, menyusun argumentasi akademik, serta membangun legitimasi sosial dan politik bagi agenda pemekaran.
Dengan semangat gotong royong, Gemabdya bergerak dari rumah ke rumah, dari tokoh ke tokoh, menjalin komunikasi dengan masyarakat, akademisi, birokrasi, dan unsur pemerintahan. Penggalangan dana dilakukan secara terbuka dan tidak mengikat, menegaskan independensi gerakan dan ketulusan pengabdian. Keuletan, kedisiplinan, dan konsistensi para pemuda ini membangun kepercayaan publik yang luas, menjadikan Gemabdya simbol harapan dan kekuatan moral masyarakat Aceh Barat Daya.
Buku ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemekaran Aceh Barat Daya bukanlah hasil kebijakan semata, melainkan buah dari perjuangan kolektif lintas generasi, di mana pemuda memainkan peran strategis sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan proses politik formal. Gemabdya tampil sebagai aktor sejarah mengawal proses, memperkuat fondasi ilmiah, serta mengonsolidasikan dukungan sosial hingga akhirnya cita-cita itu terwujud secara yuridis.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, buku ini adalah pengingat bahwa perubahan besar kerap lahir dari keberanian pemuda untuk bersatu, berpikir jernih, dan bekerja dengan kesungguhan. Gemabdya membuktikan bahwa ketika pemuda bergerak dengan visi bersama, sejarah pun dapat diarahkan menuju keadilan, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi daerah dan masyarakatnya.

0 Komentar